Kontroversi Komentar Rasial terhadap Hakeem Jeffries
Seorang anggota DPR Partai Republik dari Virginia, Jen Kiggans, kini menghadapi tekanan untuk mundur setelah ia menyetujui pernyataan rasis yang ditujukan kepada Ketua Minoritas Hakeem Jeffries. Insiden ini terjadi dalam wawancara radio yang disiarkan pada Senin (26/8).
Kiggans muncul dalam acara radio yang dibawakan oleh Rich Herrera di Richmond. Mereka membahas peta kongres Virginia yang tengah menjadi perdebatan hangat. Namun, pembicaraan berubah arah ketika Herrera menggunakan istilah rasis untuk menyebut Jeffries.
"Jika Hakeem Jeffries ingin terlibat dalam politik Virginia, sebaiknya ia meninggalkan New York, pindah ke sini, dan maju sebagai kandidat. Jika tidak, jangan sentuh Virginia dengan tangan pemetik kapas-mu," ujar Herrera.
Kiggans langsung menyetujui pernyataan tersebut dengan mengatakan, "Itu benar. Saya setuju. Ya, ya."
Istilah "tangan pemetik kapas" memiliki akar sejarah dalam perbudakan di Amerika Serikat, merujuk pada kerja paksa yang dipaksakan kepada orang-orang kulit hitam untuk memanen kapas.
Dukungan terhadap Komentar Rasial Menuai Kritik
Kiggans kini tengah mencalonkan diri kembali dalam pemilihan November. Salah satu lawannya, Elaine Luria, mengecam keras tindakannya. "Komentar rasis yang didukung oleh Jen Kiggans hari ini sungguh menjijikkan dan tidak layak dilakukan oleh seorang pejabat terpilih," tulis Luria di media sosial.
Luria, yang tumbuh besar di Selatan, menambahkan, "Saya tahu betul apa arti peluit rasis semacam ini."
Katherine Clark, Wakil Ketua Mayoritas Demokrat di DPR, juga menyerukan pengunduran diri Kiggans setelah rekaman wawancara tersebar luas.
Pernyataan Kiggans dan Kontroversi yang Berlanjut
Kiggans membela diri dengan menyatakan bahwa ia tidak menyetujui komentar rasis tersebut. Menurutnya, ia hanya menyetujui argumen utama tentang keterlibatan Jeffries dalam proses redistrikasi.
Ia menulis di platform X, "Setiap kebohongan dan distorsi yang dilakukan hanya untuk mengalihkan perhatian dari kekalahan telak yang akan mereka terima. Mahkamah Agung Virginia telah dengan jelas menyatakan: berhentilah mencoba memanipulasi pemilu. Demokrat mencoba menghancurkan pengadilan Virginia karena mereka tidak setuju dengan keputusan tersebut. itulah ancaman sesungguhnya bagi negara ini."
Pada Selasa pagi, rekaman wawancara telah dihapus dari Apple Podcasts dan saluran YouTube Herrera.
Latar Belakang Politik yang Memanas
Komentar Kiggans muncul di tengah ketegangan politik nasional yang memanas. Pada akhir bulan lalu, Mahkamah Agung AS melemahkan Undang-Undang Hak Suara dengan memutuskan bahwa peta kongres Louisiana yang memiliki dua distrik mayoritas kulit hitam dinyatakan tidak konstitusional karena dianggap sebagai gerrymandering rasial.