Pergantian CEO Apple: Era Baru di Bawah John Ternus
Apple mengumumkan pergantian CEO pada Senin (17/6). Tim Cook, yang telah memimpin perusahaan sejak 2011, akan menyerahkan jabatan kepada John Ternus, Senior Vice President bidang Engineering, mulai September 2024. Cook akan tetap aktif sebagai Ketua Eksekutif.
Pergantian ini terasa lebih tenang dibandingkan era sebelumnya. Tidak ada drama besar atau tuntutan untuk melakukan terobosan spektakuler. Namun, ada satu area yang menjadi tantangan besar bagi Ternus: software Apple.
Ternus: Ahli Hardware yang Harus Berhadapan dengan Software
John Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 dan dikenal sebagai ahli hardware. Ia memimpin pengembangan layar untuk berbagai perangkat Apple, termasuk iPad Pro. Meskipun profilnya semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir, Ternus masih relatif kurang dikenal di luar perusahaan.
Prestasinya selama ini berfokus pada perangkat keras. Produk-produk Apple, seperti MacBook Air hingga MacBook Neo yang menggunakan chip buatan sendiri, menunjukkan peningkatan kualitas yang konsisten. Namun, software Apple selama hampir 15 tahun di bawah kepemimpinan Cook tidak menunjukkan tren serupa.
Software Apple: Antara Prestasi dan Kegagalan
Apple memiliki beberapa pencapaian di bidang software, seperti visionOS untuk Vision Pro. Sistem operasi ini dianggap sebagai karya luar biasa, meskipun masih memerlukan perangkat yang lebih terjangkau. Namun, kegagalan software Apple juga tidak sedikit.
Salah satu kegagalan terbesar terjadi pada 2012, ketika Apple mengganti Google Maps dengan Apple Maps di iPhone. Apple Maps awalnya dianggap tidak layak karena sering memberikan arah yang salah. Kegagalan ini menjadi simbol betapa sulitnya Apple bersaing di bidang software.
Daftar Kegagalan Software Apple di Era Cook
- Apple Maps (2012): Aplikasi peta awal Apple gagal memberikan navigasi yang akurat, menyebabkan Apple harus meminta maaf secara terbuka.
- Apple Music (2015): Peluncuran layanan musik ini menuai kritik karena antarmuka yang rumit dan fitur yang kurang intuitif.
- Siri: Asisten virtual Apple ini dianggap kurang canggih dibandingkan kompetitor seperti Google Assistant dan Amazon Alexa.
- Apple Watch: Aplikasi bawaan untuk perangkat ini sering mengalami bug dan kinerja yang lambat.
- iCloud: Layanan penyimpanan awan Apple sering mengalami masalah sinkronisasi dan keamanan data.
Tantangan Ternus: Meningkatkan Kualitas Software
Ternus memiliki reputasi sebagai ahli hardware, tetapi software Apple membutuhkan perhatian lebih. Selama ini, Apple dikenal karena integrasi hardware dan software yang mulus, namun kualitas software itu sendiri sering kali tertinggal.
Jika Ternus ingin melampaui prestasi Cook, ia harus fokus pada peningkatan software Apple. Ini bukan tugas yang mudah, tetapi merupakan peluang besar untuk membawa Apple ke level berikutnya.
"Software Apple selama ini lebih banyak menunjukkan kegagalan daripada pencapaian yang konsisten. Ini adalah tantangan terbesar bagi John Ternus."