Anggota Komite Oversight DPR Amerika Serikat dari Partai Demokrat menuduh Menteri Perdagangan Howard Lutnick telah berbohong dalam kesaksiannya tentang hubungan dengan Jeffrey Epstein, seorang tersangka pelaku perdagangan seks. Dalam pertemuan tertutup yang membahas keterkaitan Lutnick dengan Epstein, ia dikabarkan mengubah pernyataan sebelumnya mengenai perekaman aktivitas seksual tamu Epstein dan penggunaan rekaman tersebut untuk pemerasan.

Ketua Subkomite Ro Khanna menyatakan kepada wartawan seusai pertemuan, "Seseorang pasti telah memengaruhinya dari pemerintahan. Bahkan, ia mengatakan telah berbicara dengan pejabat pemerintahan sehingga ia mengubah ceritanya."

Khanna melanjutkan, "Pertanyaannya bukan hanya mengapa ia berbohong, tetapi mengapa ia menutupi kebenaran. Mengapa ia tidak lagi bersedia mengungkapkan apa yang diketahuinya tentang perilaku Epstein yang keji."

Lutnick sebelumnya bersumpah dalam wawancara tahun lalu bahwa ia tidak bertemu Epstein setelah tahun 2005. Namun, ia justru mengatur perjalanan keluarga—termasuk anak-anaknya—ke "pulau pemerkosa" milik Epstein pada tahun 2012. Ia juga pernah mengakui tetap menjalin kontak dengan Epstein selama bertahun-t tahun, meski Epstein telah dihukum karena meminta prostitusi dari seorang anak di bawah umur.

Anggota DPR Virginia, Suhas Subramanyam, menuntut pengunduran diri Lutnick seusai pertemuan tersebut. "Apa yang kami dengar di ruangan itu sungguh mengejutkan. Ia menghindari pertanyaan, terlihat gugup, dan tidak jujur," ujarnya.

Subramanyam juga menyoroti pernyataan Lutnick dalam podcast Pod Force One New York Post pada Oktober 2025, di mana Lutnick mengklaim bahwa setelah bertemu Epstein, ia memutuskan untuk "tidak akan pernah berada di ruangan yang sama dengan orang menjijikkan itu lagi."

Subramanyam menambahkan, "Saya bahkan harus bertanya apakah kami berada di ruangan yang sama saat ini, karena saya tidak mengerti maksudnya tentang 'kami berada di ruangan yang sama'."

Lutnick juga enggan menjelaskan alasan kunjungan dirinya dan keluarganya ke pulau Epstein. "Kami berulang kali bertanya, 'Mengapa Anda pergi ke pulau itu?' Ia hanya menjawab tidak ingat, tidak dapat dijelaskan, dan tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan tersebut," kata Subramanyam.