Mobil jet pertama di dunia, Flying Caduceus, kini siap dilelang tanpa harga dasar (no reserve) dalam acara Bonhams National Automobile Museum Auction di Reno, Nevada, pada 13 Juni mendatang. Kendaraan legendaris ini menjadi tonggak sejarah dalam upaya manusia untuk memecahkan rekor kecepatan darat.
Dibalik pembuatan Flying Caduceus terdapat Dr. Nathan Ostich, seorang dokter dari Los Angeles, bersama sekelompok penggemar otomotif asal California. Pada tahun 1957, mereka memulai proyek ambisius ini setelah berdiskusi di sebuah makan malam sambil menyantap steak. Dua tahun berikutnya, mobil jet ini akhirnya rampung dibangun.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Ostich adalah ban. Berdasarkan perhitungannya, ban dengan diameter 20 inci harus berputar pada kecepatan 8.400 rpm untuk mencapai 500 mph. Hal ini akan menghasilkan beban sentrifugal sebesar 20.000 G—satu hal yang tidak mampu ditangani oleh ban mana pun pada masa itu. Akhirnya, Ostich mendekati Firestone untuk mencari solusi.
Untuk mesin, Ostich memanfaatkan General Electric J47-19 turbojet yang ia peroleh dari pesawat pembom Convair. Mesin ini mampu menghasilkan daya dorong sebesar 5.200 pon (setara dengan hampir 7.000 tenaga kuda), cukup untuk mendorong mobil ini mencapai kecepatan yang diinginkan.
Bodi mobil berbentuk silinder terbuat dari baja tubular dan dilapisi kulit aluminium. Dengan diameter hanya empat kaki, ruang kokpitnya sangat sempit. Suspensi independen diambil dari mobil Chevrolet tahun 1960, sementara rem cakram berukuran 14 inci dengan kaliper Halibrand dipasang di belakang roda aluminium berukuran 34 inci dan ban berukuran 48 inci yang dikembangkan oleh Firestone.
Pada tahun 1960, Flying Caduceus akhirnya siap diuji di Bonneville Salt Flats. Sayangnya, uji coba pertama justru mengungkap berbagai masalah yang harus diperbaiki. Tim kembali pada tahun 1962 dan 1963, dan berhasil meningkatkan kecepatan secara signifikan. Rekor terbaik yang dicapai adalah 359,7 mph—meskipun belum memecahkan rekor dunia, pencapaian ini membuka jalan bagi inovasi mobil jet berikutnya, seperti Spirit of America karya Craig Breedlove dan Thrust SSC yang mampu melampaui kecepatan suara.
Flying Caduceus kini menjadi bagian penting dari sejarah otomotif, mewakili semangat inovasi dan keberanian para pelopor di bidangnya. Bagi kolektor dan penggemar mobil klasik, lelang ini menjadi kesempatan langka untuk memiliki salah satu mobil paling ikonik dalam sejarah.