Infowars di Ambang Kehancuran
Alex Jones, tokoh kontroversial di balik Infowars, terus berusaha menyelamatkan perusahaannya meski menghadapi tekanan hukum dan kebangkrutan. Pada Januari lalu, Jones bahkan meminta penggemarnya untuk membeli barang dagangan senilai $111, termasuk koin koleksi dan poster dirinya serta Donald Trump, guna menutupi biaya operasional.
"Saya kira kami akan ditutup tahun lalu," kata Jones di siaran langsung. "Saya kira kami akan ditutup bulan lalu," lanjutnya, sambil mendesak penggemarnya untuk menyumbang. Pada Maret, Jones kembali mengklaim Infowars akan ditutup, kali ini dengan ucapan yang tidak jelas. "Kami telah mengalahkan banyak serangan," katanya. "Tapi sekarang kami akan ditutup pertengahan bulan depan."
Kebangkrutan dan Perjuangan Hukum
Meskipun Infowars dinyatakan bangkrut pada 2022, Jones tetap mencari cara untuk mempertahankan bisnisnya. Ia menggunakan sistem hukum untuk menunda pembayaran denda akibat tuntutan pencemaran nama baik terkait klaimnya tentang tragedi Sandy Hook pada 2012. Denda yang dijatuhkan mencapai lebih dari $1 miliar, namun hingga kini keluarga korban belum menerima pembayaran.
Proses hukum yang berlarut-larut di pengadilan Texas menjadi strategi Jones untuk menghindari pembayaran. Meski demikian, tekanan hukum akhirnya memaksa Infowars memasuki tahap yang lebih serius.
The Onion Ambil Alih Infowars
Pada Senin (20/5), terungkap bahwa The Onion, situs berita satir terkenal, telah mencapai kesepakatan dengan pengurus kebangkrutan Infowars untuk mengambil alih situs tersebut. Kesepakatan ini masih menunggu persetujuan hakim.
Dalam kesepakatan ini, The Onion akan mengontrol situs dan studio Infowars selama enam hingga dua belas bulan ke depan. Mereka berencana mengubahnya menjadi parodi dari situs konspirasi tersebut. CEO The Onion, Ben Collins, membagikan contoh iklan parodi yang akan muncul, seperti "UBAH AIR KENCINGMU MENJADI EMAS" dan "UBAH EMASMU MENJADI AIR KENCING".
Sejarah Kontroversial Infowars
Didirikan pada 1999, Infowars awalnya dikenal karena teori konspirasi ekstrem, mulai dari " helikopter hitam" hingga klaim tentang bahan kimia yang "membuat katak menjadi gay". Popularitas Jones melonjak, menjadikannya figur yang dikenal luas, terutama di kalangan yang tertarik dengan teori-teori konspirasi.
Namun, reputasi buruk akibat klaim palsu tentang tragedi Sandy Hook akhirnya menimbulkan konsekuensi hukum. Jones dinyatakan kalah dalam tiga gugatan pencemaran nama baik dan diharuskan membayar denda besar. Meskipun demikian, ia terus beroperasi dengan berbagai cara, termasuk melalui proses kebangkrutan.
Akhir dari Era Infowars?
Pengambilalihan oleh The Onion menandai akhir yang ironis bagi Infowars. Apa yang dulunya merupakan platform utama teori konspirasi kini akan berubah menjadi parodi, menutup babak panjang kontroversi yang melibatkan Jones dan situsnya.
Bagi banyak pihak, ini adalah akhir yang layak untuk Infowars. Namun, bagi Jones sendiri, perjuangan untuk mempertahankan pengaruhnya mungkin belum berakhir.