Pengadilan Banding AS (Fourth Circuit) hari ini menegaskan putusan pengadilan tingkat pertama yang melarang pengungkapan identitas warga Afganistan yang diduga berkolaborasi dengan pemerintah Amerika Serikat. Putusan ini diambil untuk melindungi para penggugat dan keluarga mereka yang masih berada di Afganistan dari ancaman Taliban.

Hakim Julius Richardson, yang didukung oleh Hakim Ketua Albert Diaz, menyatakan bahwa larangan pengungkapan identitas tersebut merupakan bentuk perlindungan yang sah. Meskipun larangan ini termasuk dalam kategori prior restraint (pembatasan sebelum publikasi), putusan ini dianggap sebagai pengecualian yang sempit dan dapat dibenarkan.

Dasar Hukum Perlindungan Identitas

Menurut pengadilan, larangan tersebut memenuhi standar strict scrutiny karena:

  • Ditujukan untuk melindungi kepentingan nasional AS yang sangat mendesak, yaitu keamanan warga Afganistan yang bekerja sama dengan pemerintah AS.
  • Merupakan cara yang paling tidak membatasi untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Mencegah kerusakan pada kemampuan AS dalam merekrut dan mempertahankan kolaborator di luar negeri.

Seperti yang ditegaskan dalam kasus Snepp v. U.S. (1980), pemerintah AS memiliki kepentingan kuat untuk melindungi kerahasiaan informasi yang berkaitan dengan keamanan nasional, termasuk identitas kolaborator asing.

Kisah Penggugat dan Ancaman yang Dihadapi

Penggugat dalam kasus ini, yang disebut sebagai Doe, dievakuasi dari Afganistan ke Amerika Serikat pada Agustus 2021 melalui program Operation Allies Refuge. Program ini dirancang untuk membantu warga Afganistan yang bekerja sama dengan AS.

Meskipun identitas mereka dirahasiakan, fakta bahwa mereka dievakuasi dan ditempatkan di pangkalan militer AS membuat mereka dianggap sebagai kolaborator oleh Taliban. Pengadilan menyatakan bahwa jika identitas mereka terungkap, keluarga mereka yang masih berada di Afganistan akan menghadapi ancaman serius.

"Bukti menunjukkan bahwa keluarga penggugat akan menghadapi risiko keamanan yang sangat besar jika identitas mereka terungkap. Ancaman ini bukanlah spekulasi belaka, melainkan fakta yang nyata."

Larangan pengungkapan identitas ini dinilai sebagai cara terbaik untuk melindungi para penggugat dan keluarga mereka tanpa mengorbankan kepentingan nasional AS.

Sumber: Reason