Porsche resmi mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran menyusul penurunan permintaan, kenaikan biaya tarif, dan kegagalan strategi elektrifikasi yang mahal. Perusahaan Jerman ini akan menutup tiga anak perusahaan yang berfokus pada teknologi listrik, termasuk divisi baterai dan sepeda listrik, serta memberhentikan 500 karyawan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk memfokuskan kembali bisnis inti otomotifnya, sekaligus mengatasi tantangan pasar yang semakin kompetitif. Porsche juga tengah menunggu peluncuran Macan berbahan bakar minyak baru pada 2028, setelah sebelumnya berencana untuk sepenuhnya beralih ke kendaraan listrik.
Penutupan Divisi Listrik dan Pemutusan Hubungan Kerja
Perusahaan akan menutup tiga anak perusahaan yang sebelumnya menjadi bagian dari strategi elektrifikasi mereka, yaitu:
- Cellforce Group: Divisi baterai yang mengembangkan sel lithium-ion berkinerja tinggi untuk kendaraan listrik masa depan dan aplikasi motorsport. Penutupan ini berdampak pada 50 karyawan.
- Porsche eBike Performance: Divisi yang menangani sistem penggerak sepeda listrik dan perangkat keras terkait. Penutupan ini memengaruhi 360 karyawan akibat perubahan fundamental dalam kondisi pasar sepeda listrik.
- Cetitec: Perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi teknik dan pengembangan program otomotif. Penutupan ini berdampak pada 60 karyawan di Jerman dan 30 karyawan di Kroasia.
CEO Porsche, Michael Leiters, menyatakan bahwa restrukturisasi ini diperlukan untuk memfokuskan kembali perusahaan pada bisnis inti otomotifnya. "Porsche harus kembali ke akar bisnis intinya. Ini adalah fondasi yang tidak tergantikan untuk realignment strategis dan memaksa kami melakukan pemotongan yang menyakitkan, termasuk di anak perusahaan," ujarnya.
Restrukturisasi Dewan Eksekutif dan Fokus Kembali ke Mobil
Selain penutupan divisi, Porsche juga melakukan restrukturisasi dewan eksekutif dengan menggabungkan divisi Car-IT ke dalam departemen riset dan pengembangan yang dipimpin oleh Michael Steiner. Langkah ini menandai perubahan arah karena Porsche sebelumnya menciptakan posisi khusus di dewan untuk fokus pada perangkat lunak dengan merekrut Sajjad Khan dari Mercedes-Benz beberapa tahun lalu.
Khan, yang sebelumnya bertugas memodernisasi sistem infotainment dan pengalaman digital Porsche, telah memberikan kontribusi signifikan, seperti yang terlihat pada kokpit dan fitur konektivitas yang direvisi di Cayenne listrik. Namun, posisi tersebut juga membawa beban biaya yang tinggi. Laporan menyebutkan bahwa Khan menerima gaji sebesar €1,4 juta ($1,65 juta) pada tahun lalu.
Tantangan Strategi Produk dan Persaingan di Pasar China
Salah satu tantangan terbesar Porsche saat ini adalah strategi produk yang semakin rumit. Perusahaan berencana untuk menghentikan produksi Macan berbahan bakar minyak musim panas ini, meskipun permintaan untuk SUV berbahan bakar minyak masih jauh lebih tinggi daripada minat terhadap penggantinya yang berbasis listrik, terutama di pasar Amerika Serikat.
Porsche diperkirakan tidak akan memiliki Macan berbahan bakar minyak atau hibrida baru hingga sekitar tahun 2028, meninggalkan celah yang menyakitkan di salah satu lini model terpentingnya. Sementara itu, penjualan di China terus menurun karena merek lokal menawarkan alternatif yang lebih murah dengan teknologi canggih yang menarik konsumen.
"Porsche harus kembali ke akar bisnis intinya. Ini adalah fondasi yang tidak tergantikan untuk realignment strategis dan memaksa kami melakukan pemotongan yang menyakitkan, termasuk di anak perusahaan."
— Michael Leiters, CEO Porsche