Imigran di Memphis Menghadapi Ketakutan Setelah Penangkapan Massal
Elmer, seorang pedagang kaki lima asal Honduras, merasa hidupnya terancam sejak pasukan federal mulai berpatroli di Memphis, Tennessee. Pada suatu hari di bulan Februari, ia berjaga di stan sepatunya di dekat toko serba ada, menata puluhan pasang sepatu usang yang sudah dibersihkan. Sementara itu, ia terus memantau jalanan ramai di belakangnya—siap melayani pelanggan atau melarikan diri.
Ketakutannya bukan tanpa alasan. Pada musim gugur lalu, dua pria asal Guatemala ditangkap agen imigrasi di tempat parkir dekat stan sepatunya. Beberapa jam kemudian, pemilik truk taco Meksiko di seberang jalan juga ditahan. Pada Desember, keponakannya yang berusia 19 tahun ditangkap dalamrazia lalu lintas dan kini mendekam di pusat penahanan Tennessee. Elmer dan putranya melarikan diri dari Honduras tujuh tahun lalu karena teror geng. Mereka tidak memiliki dokumen resmi untuk tinggal di AS.
Elmer bercerita kepada MLK50: Justice Through Journalism dan ProPublica dengan syarat hanya menggunakan nama depannya. Ia menjadi korban dalam operasi yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada September 2023. Lebih dari dua lusin lembaga penegak hukum federal, negara bagian, dan lokal—termasuk Garda Nasional—dikerahkan untuk memberantas kejahatan jalanan dan kekerasan di Memphis.
Hanya 2% dari 800+ Imigran yang Ditangkap Terlibat Tindak Kekerasan
Meskipun misi resmi Satuan Tugas Keamanan Memphis adalah memberantas kejahatan, analisis MLK50 dan ProPublica terhadap laporan penangkapan harian sejak Oktober 2023 hingga Februari 2024 menunjukkan hasil yang mencengangkan. Dari lebih dari 5.200 penangkapan, hanya sekitar 25% yang terkait dengan tindak kekerasan. Mayoritas penangkapan kekerasan berasal dari surat perintah penangkapan yang belum dilaksanakan.
Namun, dalam operasi ini, lebih dari 800 imigran tanpa dokumen ditangkap. Hanya 17 orang (atau 2%) di antaranya juga terlibat dalam tindak kekerasan. Mayoritas ditangkap karena keberadaan mereka di AS tanpa izin, yang secara hukum merupakan pelanggaran administratif.
"Mereka menargetkan kejahatan kekerasan, tapi yang terjadi malah penangkapan massal terhadap imigran tanpa dokumen. Ini seperti membunuh nyamuk dengan meriam."
Dampak Operasi terhadap Warga Memphis
Elmer bukan satu-satunya yang merasa terancam. Banyak pedagang kaki lima, pekerja informal, dan keluarga imigran di Memphis kini hidup dalam ketakutan. Mereka khawatir setiap saat bisa menjadi target, meski tidak memiliki catatan kriminal.
Menurut data yang diperoleh, sebagian besar imigran yang ditangkap tidak memiliki catatan kekerasan. Kebanyakan hanya melanggar aturan imigrasi dengan berada di AS tanpa izin. Hal ini memunculkan pertanyaan: apakah operasi ini benar-benar efektif dalam menurunkan angka kejahatan, atau justru menciptakan ketakutan yang lebih luas di kalangan masyarakat?
Lebih dari Sekadar Penegakan Hukum
Satuan Tugas Keamanan Memphis melibatkan berbagai lembaga, mulai dari Polisi Memphis, Garda Nasional Tennessee, hingga Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Meskipun tujuan resmi adalah memberantas kejahatan, banyak pihak menilai operasi ini lebih menyerupai sweeping imigrasi massal.
Sejak diluncurkan, operasi ini telah menimbulkan kontroversi. Beberapa pihak menilai langkah ini efektif dalam menekan kejahatan, sementara yang lain mengkritik karena dianggap menargetkan kelompok tertentu tanpa bukti tindak pidana yang jelas.
Apakah Operasi Ini Berhasil?
Data menunjukkan bahwa sebagian besar penangkapan dilakukan berdasarkan surat perintah lama atau pelanggaran administratif. Hanya sebagian kecil yang benar-benar terkait dengan tindak kekerasan. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas dan keadilan dalam pelaksanaan operasi ini.
Bagi Elmer dan ribuan imigran lainnya di Memphis, pertanyaan terbesar bukan tentang angka kejahatan, melainkan tentang keamanan dan masa depan mereka. Mereka terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan, menunggu kapan giliran mereka untuk ditangkap.
Laporkan Pengalaman Anda kepada Jurnalis
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal pernah berinteraksi dengan Satuan Tugas Keamanan Memphis sejak Oktober 2023, tim jurnalisme MLK50 ingin mendengar cerita Anda. Mereka juga mencari keterangan dari petugas yang terlibat dalam operasi ini.
- Hubungi Wendi C. Thomas melalui Signal di wendicthomas.96 atau email [email protected].
- Jika Anda bekerja untuk lembaga terkait (Polisi Memphis, Garda Nasional Tennessee, Patroli Jalan Raya Tennessee, Investigasi Keamanan Dalam Negeri, atau ICE), tim juga ingin berbicara dengan Anda.
Operasi ini telah mengubah wajah Memphis. Bagi sebagian orang, ini adalah langkah untuk menciptakan keamanan. Bagi yang lain, ini adalah sumber ketakutan yang tak berujung. Yang pasti, dampaknya akan terasa lama setelah operasi ini berakhir.