Langkah Strategis Coinbase dalam Era AI

Coinbase mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 14% karyawannya pada Selasa (11/2/2026). Keputusan ini diungkapkan oleh CEO Brian Armstrong sebagai persiapan menuju 'cara kerja baru' yang berbasis pada kecerdasan buatan (AI), bukan sebagai respons defensif terhadap kondisi pasar.

Alasan di Balik Pemutusan Hubungan Kerja

Dalam surat yang dikirimkan kepada seluruh karyawan, Armstrong menyebut dua faktor utama di balik keputusan ini. Pertama, siklus pasar kripto yang terus berulang. Kedua, transformasi signifikan dalam cara kerja internal akibat perkembangan AI.

Armstrong menjelaskan bahwa para insinyur di Coinbase kini mampu menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu dalam hitungan hari berkat pemanfaatan AI. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa percepatan ini masih terus berlanjut, bukan sekadar tren sementara.

Dukungan bagi Karyawan yang Berhenti

Perusahaan yang memiliki 4.951 karyawan per 31 Desember 2025 ini memperkirakan akan memutuskan hubungan kerja terhadap 693 karyawan. Karyawan yang terkena dampak di Amerika Serikat akan menerima kompensasi setidaknya 16 minggu gaji pokok, ditambah dua minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja. Mereka juga akan menerima saham yang akan segera jatuh tempo dan perlindungan asuransi kesehatan COBRA selama enam bulan.

Bagi karyawan dengan visa kerja, Coinbase akan memberikan dukungan tambahan selama masa transisi. Akses sistem karyawan langsung dicabut pada hari pengumuman, sebuah langkah yang diakui Armstrong sebagai tindakan keras namun dianggap perlu untuk melindungi data pelanggan.

Sejarah Pemutusan Hubungan Kerja di Coinbase

Langkah ini mengikuti pola yang dimulai sejak 2022. Pada Juni 2022, Coinbase memangkas 18% karyawannya—sekitar 1.100 posisi—ketika harga kripto anjlok dan ketakutan akan resesi meningkat. Pada Januari 2023, perusahaan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja sebesar 20%, mencakup 950 karyawan, menyusul runtuhnya FTX dan kontraksi pasar yang berkepanjangan. Dua gelombang pemutusan hubungan kerja ini telah menghapus lebih dari 2.100 posisi. Setiap kali, Armstrong menekankan bahwa pengorbanan ini merupakan fondasi untuk membangun perusahaan yang lebih kuat di masa depan.

Transformasi Berbasis AI sebagai Landasan Baru

Pemutusan hubungan kerja kali ini memiliki alasan struktural yang berbeda dengan dua gelombang sebelumnya. Jika pada 2022 dan 2023, pemutusan hubungan kerja dilakukan sebagai respons terhadap pasar, maka pada 2026, langkah ini merupakan bagian dari desain ulang operasional perusahaan berbasis AI.

Armstrong bahkan telah memberhentikan sejumlah insinyur yang menolak menggunakan alat-alat AI seperti GitHub Copilot dan Cursor, meskipun perusahaan telah mengamankan lisensi enterprise untuk kedua alat tersebut. Ia menetapkan target agar 50% kode perangkat lunak di Coinbase ditulis oleh AI.

Logika di balik pemutusan hubungan kerja saat ini sejalan dengan mandat tersebut: jika AI mampu meningkatkan produktivitas tim kecil, maka tim besar justru dapat menjadi beban bagi kinerja perusahaan.

Restrukturisasi Organisasi Menuju Model 'Player-Coach'

Perubahan struktur organisasi yang diumumkan Armstrong bersifat luas. Perusahaan akan meratakan hierarki menjadi maksimal lima lapis di bawah CEO dan COO. Setiap pemimpin juga diharuskan untuk tetap aktif sebagai kontributor individu—model 'player-coach'. Struktur tim tradisional akan digantikan oleh 'pods' yang berfokus pada AI, dengan eksperimen terhadap tim satu orang yang menggabungkan tanggung jawab engineering, desain, dan produk dalam satu peran.

Dampak terhadap Saham Coinbase

Saham COIN diperdagangkan mendekati $210 dalam perdagangan pra-pasar, jauh dari harga tertinggi yang pernah dicapai pada akhir 2024.

Artikel ini pertama kali diterbitkan oleh Bitcoin Magazine dan ditulis oleh Micah Zimmerman.