Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) terpaksa menarik kembali pernyataan keliru yang disampaikan oleh Jaksa Agung Sementara Todd Blanche mengenai Southern Poverty Law Center (SPLC).

Pada 21 April lalu, Blanche dalam wawancara di Fox News menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki informasi apapun yang menunjukkan SPLC telah membagikan temuan dari program informan mereka di kelompok kebencian seperti Ku Klux Klan kepada pihak penegak hukum. Pernyataan tersebut langsung dibantah oleh SPLC melalui surat resmi yang mendesak Blanche untuk mencabut pernyataannya dan tidak mengulanginya lagi.

Dalam dokumen yang diajukan Selasa (23/4), DOJ akhirnya mengakui bahwa pernyataan Blanche tidak akurat. DOJ merujuk pada pernyataan Blanche dalam wawancara Fox News Sunday dengan Shannon Bream beberapa hari kemudian, yang menyebutkan,

"Memang benar bahwa selama bertahun-tahun, SPLC secara selektif telah membagikan informasi kepada penegak hukum. Hal ini terdokumentasi dengan baik dan tidak ada yang menyangkalnya. Mereka tidak dituntut atas tindakan tersebut."

DOJ kemudian menyatakan, "Sejauh diperlukan klarifikasi, pernyataan Jaksa Agung Sementara Todd Blanche dalam acara televisi nasional pada Minggu pagi telah cukup memadai."

Kesalahan ini menjadi bagian dari serangkaian langkah Blanche yang dinilai tidak profesional, termasuk upaya melemahkan kasus terhadap mantan Direktur FBI James Comey yang disampaikan di televisi pada Minggu sebelumnya. Peristiwa ini mencerminkan tren kesalahan prosedural yang merugikan dalam penanganan kasus-kasus oleh Departemen Kehakiman di bawah kepemimpinannya.