Microsoft Akhirnya Cabut AI Copilot dari Xbox

Setelah mendapat banyak kritik dari para gamer, Microsoft akhirnya memutuskan untuk menarik AI Copilot dari platform Xbox. Keputusan ini diumumkan oleh CEO Xbox, Asha Sharma, melalui unggahan di media sosial pada hari Selasa.

Reaksi Para Gamer

Pengumuman tersebut disambut dengan antusiasme luar biasa oleh komunitas gamer. Banyak pengguna media sosial yang menyambut baik keputusan ini, bahkan ada yang menyebut Sharma sebagai "penyelamat Xbox".

"Rest in p**s, Copilot," tulis salah satu pengguna.

"Semua senang dengan ini," komentar pengguna Reddit lain, merujuk pada meme populer di dunia game.

Alasan di Balik Keputusan

Kritik terhadap Microsoft semakin meningkat karena kebijakan AI yang dianggap berlebihan. Perusahaan ini bahkan mendapat julukan "Microslop" karena memaksakan fitur AI ke dalam sistem operasi Windows. AI Copilot sendiri awalnya diperkenalkan untuk membantu gamer melewati level sulit atau mendapatkan rekomendasi game.

Namun, janji untuk meluncurkan fitur ini pada akhir tahun lalu menuai cemoohan. Banyak pengguna yang merasa kecewa dengan pendekatan Microsoft yang dianggap memaksa.

Langkah Perbaikan Lainnya

Selain menghentikan pengembangan AI Copilot, Sharma juga mengumumkan pengurangan harga langganan Game Pass, layanan andalan Xbox. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk mendengarkan keluhan pengguna yang merasa harga layanan tersebut terlalu mahal.

Meskipun demikian, Microsoft masih memiliki pekerjaan rumah untuk memperbaiki citra yang sempat rusak akibat kebijakan AI yang berlebihan.

"Dia masih memiliki banyak pekerjaan untuk memenangkan kembali kepercayaan para penggemar Xbox, tapi setidaknya sudah ada upaya," tulis salah satu pengguna.

Dampak Kebijakan AI terhadap Microsoft

Kebijakan AI yang agresif dari Microsoft telah menimbulkan banyak kontroversi. Banyak pengguna yang merasa fitur AI justru merusak pengalaman bermain game dan membuat komponen PC menjadi tidak terjangkau. Keputusan untuk menarik AI Copilot dianggap sebagai langkah positif untuk memperbaiki hubungan dengan para gamer.

Sumber: Futurism