Rekor Recall Mitsubishi di AS: Hanya 150 dalam 40 Tahun
Mitsubishi Motors mencatatkan rekor recall yang sangat minim di Amerika Serikat. Sejak pertama kali terdaftar di National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada 1987, pabrikan asal Jepang ini hanya melakukan 150 tindakan recall yang mencakup sekitar 7,6 juta kendaraan.
Angka tersebut jauh tertinggal dibandingkan pesaingnya. Pada 2025 saja, Ford mencatat 153 recall, rekor tertinggi dalam satu tahun yang pernah dicapai oleh produsen mobil mana pun. Volume penjualan Ford yang mencapai 22 kali lipat Mitsubishi tidak sepenuhnya menjelaskan perbedaan ini, karena recall lebih berkaitan dengan jumlah kendaraan yang terpengaruh daripada volume penjualan semata.
Perbandingan dengan Pabrikan Lain
Jika dibandingkan dengan produsen lain yang telah beroperasi di AS selama beberapa dekade, Mitsubishi tetap berada di posisi terbawah dalam hal jumlah recall. Berikut perbandingan singkat sejak 1987:
- Ford: 1.285 recall, memengaruhi 186,8 juta kendaraan
- General Motors: 1.238 recall, memengaruhi 153,5 juta kendaraan
- Stellantis (Chrysler/FCA): 1.046 recall, memengaruhi 131,9 juta kendaraan
- Suzuki: 112 recall (sebagian besar sebelum keluar dari AS pada 2012)
- Tesla: 90 recall dalam satu dekade terakhir
Rekor Minimal Mitsubishi: Hanya 8 Recall sejak 2022
Mitsubishi hampir tidak pernah mencatatkan recall dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, pabrikan ini bahkan tidak mengeluarkan satu pun recall. Sejak awal 2022, hanya ada delapan recall yang dikeluarkan, dengan total 16 recall sejak Januari 2020.
Beberapa recall terbaru Mitsubishi terkait dengan:
- Pegas liftgate (2026 dan 2025)
- Kerusakan kamera belakang (2025 dan 2023)
- Kesalahan perangkat lunak yang menyebabkan mesin mati (Agustus 2022)
Tahun Teraktif Mitsubishi dalam Dekade Ini: 2020
Tahun tersibuk Mitsubishi dalam dekade terakhir adalah 2020, dengan lima recall yang memengaruhi lebih dari 361.000 kendaraan. Sementara itu, puncak recall terjadi pada tahun 2000 dengan lebih dari satu juta kendaraan terdampak, namun sebagian besar disebabkan oleh satu recall besar yang melibatkan 567.432 unit.
Mengapa Mitsubishi Begitu Jarang Melakukan Recall?
Beberapa faktor yang mungkin menjelaskan minimnya recall Mitsubishi di AS antara lain:
- Desain Kendaraan yang Lebih Sederhana: Mitsubishi cenderung memproduksi kendaraan dengan teknologi yang lebih sederhana dibandingkan pesaingnya, sehingga risiko cacat atau kegagalan sistem lebih rendah.
- Volume Penjualan yang Kecil: Mitsubishi hanya menjual sekitar 22 kali lebih sedikit kendaraan dibandingkan Ford di AS, sehingga risiko recall otomatis lebih rendah.
- Fokus pada Pasar Niche: Mitsubishi lebih fokus pada segmen kendaraan tertentu, seperti SUV kompak dan mobil listrik, yang mungkin memiliki risiko cacat lebih rendah.
"Rekor recall Mitsubishi yang sangat minim menunjukkan bahwa pabrikan ini memiliki standar kualitas yang relatif tinggi atau setidaknya lebih sedikit masalah yang memerlukan tindakan perbaikan massal," kata seorang analis otomotif.
Perbedaan Skala antara Mitsubishi dan Ford
Meskipun Mitsubishi memiliki recall yang sangat jarang, Ford justru mencatat rekor tertinggi dalam sejarah industri otomotif AS pada 2025. Dengan 153 recall dalam satu tahun, Ford tidak hanya memecahkan rekor sebelumnya, tetapi juga menunjukkan betapa kompleksnya sistem dan teknologi yang digunakan dalam kendaraan modern.
Perbedaan ini juga mencerminkan perbedaan strategi antara kedua pabrikan. Ford, dengan volume penjualan yang sangat besar, harus lebih sering melakukan recall untuk memastikan keselamatan jutaan pengemudi. Sementara Mitsubishi, dengan pasar yang lebih terbatas, dapat mempertahankan standar kualitas yang lebih konsisten.
Kesimpulan: Apakah Recall yang Minimal itu Baik atau Buruk?
Rekor recall yang minim pada Mitsubishi bisa dilihat dari dua sisi. Di satu sisi, hal ini menunjukkan bahwa pabrikan tersebut memiliki kendaraan yang relatif aman dan minim masalah. Di sisi lain, recall yang jarang juga bisa menimbulkan pertanyaan tentang apakah Mitsubishi terlalu lambat dalam mendeteksi atau mengakui masalah pada kendaraannya.
Namun, jika dilihat dari data, Mitsubishi tampaknya berhasil mempertahankan standar kualitas yang tinggi tanpa harus sering melakukan recall besar-besaran seperti pesaingnya.