Menteri Pertahanan Berupaya Membatasi Kritik Senator Purnawirawan

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, tengah menghadapi tuntutan hukum setelah berupaya membatasi kebebasan berbicara Senator Mark Kelly (D-Ariz.), mantan kapten Angkatan Laut. Hegseth mengklaim Kelly, yang kini menjabat sebagai senator, masih tunduk pada pembatasan ucapan karena statusnya sebagai purnawirawan militer. Namun, para ahli hukum menilai argumen ini tidak berdasar dan berpotensi melanggar Amendemen Pertama.

Dasar Hukum yang Dipertanyakan

Hegseth mendasarkan klaimnya pada putusan Mahkamah Agung tahun 1974 dalam kasus Parker v. Levy. Putusan tersebut membatasi ucapan seorang kapten Angkatan Darat aktif yang mendorong prajurit untuk menolak perintah penugasan selama Perang Vietnam. Namun, FIRE (Foundation for Individual Rights and Expression) menegaskan bahwa kasus Kelly berbeda secara signifikan. Mereka berargumen bahwa menerapkan pembatasan ucapan dalam Parker v. Levy kepada purnawirawan militer akan menciptakan preseden berbahaya yang dapat membungkam perdebatan politik dan membuka peluang bagi sensor terhadap mantan pegawai pemerintah lainnya.

Kritik Kelly terhadap Kebijakan Militer

Ketegangan antara Hegseth dan Kelly bermula dari video yang diunggah Senator Kelly pada 18 November 2024. Dalam video tersebut, Kelly bersama lima anggota Kongres lainnya mengingatkan personel militer tentang kewajiban mereka untuk "menolak perintah ilegal". Meskipun video tersebut tidak menyebutkan perintah spesifik, video itu dibuat pada saat Presiden Donald Trump melakukan penempatan militer di dalam negeri dan melancarkan serangan udara terhadap kapal suspected drug smugglers, yang dikritik keras oleh Kelly.

Hegseth menuding Kelly telah melanggar disiplin militer melalui pernyataan-pernyataannya, termasuk pembelaan Kelly terhadap video tersebut, penegasan bahwa prinsip yang diungkapkan dalam video adalah sah secara hukum, serta janji Kelly untuk "selalu membela Konstitusi". Menteri Pertahanan juga keberatan dengan kritik Kelly terhadap serangan rudal Pentagon terhadap kapal suspected drug smugglers, yang menurut Hegseth dapat ditafsirkan sebagai tuduhan kejahatan perang. Selain itu, Hegseth juga marah karena Kelly mengkritiknya karena "memberhentikan para jenderal dan laksamana" serta dikelilingi oleh "orang-orang yang hanya setuju dengan dirinya".

Ancaman Hukuman dan Dampak terhadap Kebebasan Berpendapat

Berdasarkan tuduhan tersebut, Hegseth mengancam akan menghukum Kelly dengan mengurangi pangkat dan pensiunnya. Ia memperingatkan Kelly bahwa jika terus melakukan tindakan yang dianggap merugikan disiplin militer, Kelly dapat menghadapi tuntutan pidana atau tindakan administratif lebih lanjut. Namun, FIRE menekankan bahwa pemerintah tidak dapat membela tindakan ini berdasarkan aturan Amendemen Pertama yang biasa. Sebaliknya, pemerintah berargumen bahwa karena Kelly adalah purnawirawan militer yang tidak diberhentikan secara resmi, ia masih dianggap terhubung dengan militer sehingga ucapan-ucapannya dapat dihukum.

Menurut FIRE, argumen pemerintah ini sangat berlebihan. Mereka menyatakan bahwa klaim pemerintah bergantung pada perluasan putusan Parker v. Levy yang hanya berlaku untuk personel militer aktif, bukan purnawirawan. Jika diterima, hal ini akan membuka preseden berbahaya yang dapat membungkam kebebasan berbicara tidak hanya bagi mantan militer, tetapi juga mantan pegawai pemerintah lainnya.

"Pemerintah tidak dapat membela tindakan ini berdasarkan aturan Amendemen Pertama yang biasa. Sebaliknya, mereka mengajukan klaim yang jauh lebih luas: karena Senator Kelly adalah purnawirawan militer, pemerintah dapat menghukum ucapan-ucapannya—padahal ucapan tersebut akan sepenuhnya dilindungi jika diucapkan oleh seorang warga sipil."

FIRE (Foundation for Individual Rights and Expression)

Dampak terhadap Demokrasi dan Kebebasan Berpendapat

Para ahli hukum dan pengamat kebebasan sipil menyoroti bahwa upaya Hegseth untuk membatasi ucapan Kelly dapat menimbulkan efek jera yang luas. Jika pemerintah diberikan wewenang untuk menghukum mantan militer karena kritik mereka, hal ini dapat membuka pintu bagi sensor terhadap mantan pegawai pemerintah lainnya, termasuk pejabat sipil yang pernah bekerja di pemerintahan sebelumnya.

Kasus ini juga menyoroti ketegangan antara disiplin militer dan kebebasan berpendapat. Sementara disiplin militer memang penting untuk menjaga ketertiban, pembatasan yang berlebihan terhadap ucapan mantan personel militer dapat mengancam prinsip dasar demokrasi, yaitu kebebasan untuk mengkritik pemerintah tanpa takut akan hukuman.

Tuntutan Hukum dan Harapan ke Depan

FIRE telah mengajukan tuntutan hukum untuk menghentikan tindakan Hegseth terhadap Kelly. Mereka berharap pengadilan akan mempertimbangkan dampak jangka panjang dari keputusan ini terhadap kebebasan berpendapat di Amerika Serikat. Jika pengadilan memutuskan untuk mendukung Kelly, hal ini dapat menjadi preseden penting untuk melindungi hak-hak berbicara mantan pegawai pemerintah, termasuk mantan militer.

Sementara itu, Kelly tetap teguh pada pendiriannya. Ia menegaskan bahwa sebagai senator, ia memiliki hak untuk mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan militer, tanpa takut akan hukuman. "Saya akan selalu membela Konstitusi," ujar Kelly dalam pernyataannya.

Sumber: Reason