Departemen Kehakiman di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump melancarkan gugatan terhadap The New York Times atas tuduhan diskriminasi terhadap pria kulit putih. Gugatan ini diajukan oleh Komisi Kesempatan Kerja yang Setara (EEOC) di pengadilan federal pada Selasa (15/7/2025), atas nama seorang karyawan pria kulit putih yang mengaku ditolak promosi akibat ras dan jenis kelaminnya, yang diduga melanggar Undang-Undang Hak Sipil.
Seorang juru bicara surat kabar, Danielle Rhoades Ha, menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai upaya yang bermotivasi politik.
"The New York Times secara tegas menolak tuduhan yang tidak berdasar dan bermotivasi politik yang diajukan oleh EEOC pemerintahan Trump terhadap kami," kata Rhoades Ha. "Praktik ketenagakerjaan kami didasarkan pada prestasi dan berfokus pada perekrutan serta promosi talenta terbaik di dunia."
Menurut pernyataan surat kabar, karyawan tersebut pertama kali mengajukan keluhan ke kantor EEOC di New York pada Juli 2025. Namun, kasusnya kemudian dialihkan ke seorang investigator di Alabama. Sejak itu, komisi melakukan investigasi dengan saling bertukar informasi antara kedua belah pihak.
Surat kabar tersebut menyatakan bahwa kedua pihak sempat terlibat dalam proses mediasi sukarela yang dikenal sebagai conciliation, yang biasanya dilakukan setelah EEOC menemukan alasan yang masuk akal untuk dugaan diskriminasi. Jika mediasi gagal, EEOC berhak mengajukan gugatan.
Awalnya, keluhan hanya berkaitan dengan praktik perekrutan dan promosi surat kabar. Namun, kasus ini kemudian berfokus pada penolakan seorang karyawan pria kulit putih untuk posisi deputi editor. Pada 21 April 2025, EEOC memberitahu surat kabar bahwa kasus tersebut telah dirujuk ke unit hukum mereka.
Gugatan ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan pemerintahan Trump terhadap media yang kritis terhadap presiden. Ini bukan pertama kalinya pemerintah menggunakan isu diversity, equity, and inclusion (DEI) dalam proses hukum. Saat ini, Komisi Komunikasi Federal (FCC) tengah menyelidiki praktik DEI di perusahaan induk NBC, Comcast. Bulan lalu, komisaris FCC Brendan Carr mengumumkan investigasi serupa terhadap praktik DEI di Disney, perusahaan induk ABC.
Trump telah lama menentang The New York Times karena pemberitaan media tersebut terhadap dirinya. Tahun lalu, ia mengajukan gugatan pencemaran nama baik senilai $15 miliar terhadap surat kabar tersebut. Selama satu dekade terakhir, ia bahkan secara konsisten menyebut The New York Times sebagai "surat kabar gagal New York Times". Kini, ia menggunakan kekuasaan pemerintahannya untuk melawan media tersebut.