Sebuah laporan kontroversial yang diterbitkan situs konservatif The Blaze pada November 2024 menuduh mantan perwira polisi Kapitol AS, Shauni Kerkhoff, sebagai pelaku bom pipa dalam peristiwa 6 Januari 2023. Laporan tersebut mengandalkan analisis gaya berjalan (gait analysis) yang dinilai tidak ilmiah.

Alih-alih diabaikan seperti sebagian besar publik, FBI justru bereaksi cepat. Menurut gugatan Kerkhoff yang diajukan Selasa (11/6), FBI mengirimkan anjing pelacak bom, agen bersenjata lengkap, dan helikopter ke rumahnya. Tindakan ini disebut sebagai tidak proporsional dan menakutkan.

Kerkhoff, yang pernah membela Kongres dari perusuh 6 Januari dan bersaksi di pengadilan melawan mereka, menuding FBI bertindak berdasarkan informasi tidak akurat dari media konservatif. Gugatan tersebut mengungkapkan upaya pemerintah yang sia-sia dalam menutup kasus yang dipicu oleh spekulasi liar.

Kronologi Peristiwa yang Memicu Gugatan

  • Sebelum publikasi laporan The Blaze: Reporter Steve Baker dari The Blaze membagikan tuduhan kepada staf Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard. Baker mengklaim gaya berjalan Kerkhoff mirip dengan pelaku bom.
  • 6 November 2024: Dua hari sebelum publikasi laporan, FBI mendatangi Kerkhoff di tempat kerjanya di CIA. Ia diminta cuti administratif dan diminta izin untuk mencari sepatu pelaku di rumahnya.
  • 8 November 2024: Saat Kerkhoff tiba di rumah, FBI melakukan razia besar-besaran dengan anjing pelacak bom, helikopter, dan agen bersenjata lengkap. Ia mengaku tidak memberikan izin masuk.

Dalam gugatannya, Kerkhoff menulis:

"Saat itu, Ms. Kerkhoff menyadari mereka bukan hanya mencari sepatu. Mereka melakukan penggerebekan layaknya operasi militer."

Dampak Laporan Palsu terhadap Institusi

Gugatan ini menyoroti bagaimana teori konspirasi dapat memengaruhi tindakan pemerintah, bahkan di tingkat tertinggi. Direktur FBI saat itu, Kash Patel, disebut kebingungan menghadapi gelombang spekulasi yang meluas di kalangan kanan.

Kerkhoff menuntut ganti rugi atas pelanggaran privasi, stres emosional, dan kerugian profesional. Ia juga menuntut FBI untuk merevisi prosedur investigasi yang rentan disusupi informasi tidak akurat.