Pemegang Saham Warner Setuju dengan Merger $111 Miliar

Pemegang saham Warner Bros. Discovery secara mayoritas menyetujui penjualan seluruh perusahaan ke Paramount dengan harga $31 per saham. Dengan asumsi utang, nilai total merger ini mencapai hampir $111 miliar atau sekitar Rp1.200 triliun.

Dampak Besar bagi Industri Hiburan

Jika merger ini terlaksana, sejumlah aset besar akan bergabung, termasuk:

  • HBO Max dan Paramount+ (platform streaming)
  • Warner Bros. (Harry Potter, DC Comics, dan CNN)
  • Paramount (CBS, MTV, Nickelodeon, dan Paramount Pictures)

Kesepakatan ini akan menciptakan salah satu konglomerat media terbesar di dunia, menguasai sebagian besar industri perfilman dan penyiaran Amerika.

Tantangan dan Penolakan

Meskipun pemegang saham mendukung, merger ini masih menghadapi sejumlah hambatan:

  • Tinjauan regulator: Otoritas persaingan masih akan menilai dampak merger terhadap pasar media.
  • Penolakan industri: Ribuan pekerja seni, sutradara, dan penulis menentang merger ini, dengan alasan akan mengurangi pilihan bagi pembuat film dan penonton.
  • Dukungan politik: Senator AS Cory Booker menyoroti kekhawatiran atas kontrol media yang semakin terkonsentrasi.

"Sebagian kecil pengambil keputusan tidak boleh secara diam-diam merombak media, budaya, dan kreativitas Amerika tanpa akuntabilitas."

— Komite Hak Pertama Amandemen Jane Fonda

Latar Belakang Perjuangan Merger

Perjalanan merger ini tidak mulus. Awalnya, Warner lebih tertarik dengan tawaran Netflix senilai $72 miliar. Namun, Paramount melancarkan penawaran agresif langsung ke pemegang saham, termasuk bagian bisnis kabel yang tidak diminati Netflix. Setelah persaingan sengit, Paramount akhirnya menawarkan harga lebih tinggi dan Netflix mundur.

Apa yang Diharapkan Selanjutnya?

Warner memperkirakan merger akan selesai pada kuartal ketiga fiskal 2024. Namun, tantangan hukum dan penolakan publik masih menjadi ancaman serius bagi kelancaran kesepakatan ini.