Poncle Siap Ekspansi dengan Dua Studio Baru

Poncle, studio di balik kesuksesan game Vampire Survivors, mengumumkan rencana ekspansi besar. Dalam wawancara dengan The Game Business, Matteo Sapio, Chief Strategy Officer Poncle, mengungkapkan bahwa perusahaan akan membuka dua studio baru di Jepang dan Italia. Selain itu, Poncle tengah mengembangkan lebih dari 15 game baru dengan berbagai genre.

Tiga Jenis Game dalam Pengembangan

Sapio menjelaskan bahwa Poncle mengembangkan tiga jenis game utama:

  • Sekuel dan spin-off Vampire Survivors, seperti Vampire Crawlers yang baru dirilis minggu ini.
  • Game orisinal dengan IP baru, termasuk dua judul yang akan datang dengan dunia baru.
  • Roguelite dengan mekanik mirip Vampire Survivors, namun menggunakan IP berbeda. Salah satunya adalah Warhammer Survivors, yang akan hadir di Steam tahun ini.

Mesin Khusus untuk Gameplay yang Konsisten

Untuk mendukung proyek ini, Poncle telah mengembangkan mesin khusus yang memungkinkan konversi IP yang ada menjadi game dengan gameplay mirip Vampire Survivors. Dengan mesin ini, Poncle berharap dapat mempercepat pengembangan game tanpa mengorbankan kualitas.

Genre Roguelite Makin Populer

Genre roguelite dengan kontrol sederhana dan mekanik bullet hell semakin diminati. Kesuksesan Vampire Survivors—yang telah dimainkan lebih dari 27 juta pemain—membuktikan hal ini. Beberapa game lain yang mengikuti tren ini antara lain Halls of Torment, Deep Rock Galactic: Survivor, dan Soulstone Survivors.

Poncle Hentikan Publikasi Game Pihak Ketiga

Meskipun sempat merilis dua game dari pihak ketiga tahun lalu, Poncle memutuskan untuk menghentikan aktivitas ini. "Ini adalah pembelajaran bagi kami," kata Sapio. "Kami merasa tidak dapat memberikan dukungan yang tepat." Meskipun begitu, perusahaan tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke ranah ini di masa depan.

Ekspansi yang Berisiko, tetapi dengan Pendekatan yang Fleksibel

Ekspansi ini tentu membawa risiko, terutama jika dibandingkan dengan kasus Embracer Group yang melakukan akuisisi besar-besaran pada 2019 namun akhirnya harus menjual dan menutup beberapa studionya. Namun, Poncle berbeda. Sebagai studio indie, Poncle akan menjaga struktur tim yang ramping dengan "tim kecil" di studio barunya. Sapio menekankan bahwa struktur ini akan membuat perusahaan tetap lincah dan fleksibel.

"Kami berharap dapat mempertahankan kualitas game seperti Vampire Crawlers, yang membuktikan bahwa Poncle bukan hanya studio satu genre. Kombinasi antara Slay the Spire dan Etrian Odyssey dalam satu game sungguh menarik."
Matteo Sapio, Chief Strategy Officer Poncle

Harapan Tinggi untuk Masa Depan

Dengan rencana ekspansi ini, Poncle menunjukkan ambisi untuk tumbuh tanpa kehilangan esensi sebagai studio indie. Jika kualitas game yang dihasilkan tetap terjaga, para pemain bisa menantikan lebih banyak lagi karya menarik dari Poncle di masa depan.

Sumber: Engadget