PHILADELPHIA, PA — Dalam satu dekade terakhir, Philadelphia 76ers mengalami berbagai kegagalan yang sulit dijelaskan. Namun, seberapa banyak dari semua itu terjadi di bawah kepemimpinan Daryl Morey?
Morey resmi menjabat sebagai General Manager 76ers pada 2 November 2020. Berdasarkan perhitungan, sebagian besar kesialan, ketidakmampuan, dan bencana yang menimpa tim—hingga kondisi buruk pada 2026—terjadi sebelum masa jabatannya.
Beberapa contohnya: pertukaran pilihan Jayson Tatum untuk Markelle Fultz terjadi sebelum Morey. Begitu pula dengan perdagangan Jimmy Butler. Kontrak Tobias Harris dan Ben Simmons juga ditandatangani sebelum Morey. Bahkan pertukaran Mikal Bridges untuk Zhaire Smith terjadi sebelum Morey.
Morey akhirnya dipecat oleh 76ers, mengakhiri masa jabatannya yang panjang sebagai salah satu eksekutif paling vokal di NBA. Filosofinya yang mengutamakan tembakan tiga angka dan layup, serta menghindari tembakan jarak menengah, membawa dampak positif maupun negatif. Namun, kerusakan terbesar telah terjadi sebelum ia bergabung.
Menurut analisis, Morey sebenarnya telah memposisikan 76ers sebaik mungkin dengan kartu yang ia miliki selama enam tahun masa jabatannya. Keputusan pemecatannya menandakan bahwa tim membutuhkan filosofi baru, tetapi Morey telah memberikan kesempatan terbaik bagi tim dengan sumber daya yang ada.
Tantangan yang Dihadapi Morey Saat Bergabung
Saat Morey resmi menjabat pada November 2020, ia langsung dihadapkan pada dua hal yang tidak bisa diubah: pelatih kepala Doc Rivers, yang diangkat hanya sebulan sebelumnya, dan Joel Embiid serta Ben Simmons sebagai pemain inti tim.
Setiap keputusan yang diambil 76ers selama tiga tahun sebelumnya dirancang untuk mendukung rencana tersebut. Morey memang diberikan kendali, tetapi ia hanya menerima tim dengan masalah mendasar yang sudah tertanam.
Bayangkan situasi Morey seperti adegan dalam film Rush (2013), ketika pembalap F1 Niki Lauda mencoba mobil Ferrari dan berkata, "Mobil ini buruk, seperti babi." Mekaniknya menjawab, "Anda tidak bisa mengatakan itu... ini Ferrari!"
Morey tidak pernah benar-benar memiliki pilihan. Ia harus bekerja dengan Embiid, pemain yang diharapkan menjadi penyelamat kota Philadelphia setelah bertahun-tahun kegagalan. Setelah Embiid finis kedua, kedua, dan pertama dalam pemungutan suara MVP antara 2020 hingga 2023, Morey terpaksa membayar Embiid dengan kontrak besar tanpa pertimbangan lebih lanjut.
Lalu ada Ben Simmons, yang menjadi bencana dalam segala aspek—olahraga, pribadi, finansial, dan bahkan metafisika. Konflik panjang antara Morey dan Simmons selama setahun menjadi catatan kelam dalam sejarah tim.
Apakah Morey Layak Disalahkan?
Morey memang membuat kesalahan, seperti setiap GM lainnya. Namun, sebagian besar kerusakan telah terjadi sebelum ia bergabung. Ia mencoba membangun tim dengan filosofi yang jelas, tetapi terbentur pada kondisi yang sudah tidak menguntungkan.
Pemecatannya menandakan bahwa 76ers membutuhkan arah baru. Namun, tanpa Morey, apakah tim akan lebih baik? Jawabannya mungkin tidak, karena masalah fundamental tim tidak terletak pada satu orang, melainkan pada keputusan yang diambil bertahun-tahun sebelumnya.