Seorang calon Senator AS dari Partai Republik, Mike Collins, dikenal sebagai pemilik bisnis truk dan anggota komite transportasi DPR AS. Ia kerap menyuarakan pendapatnya di media sosial dan wawancara mengenai pentingnya keselamatan jalan raya dengan cara mencabut izin mengemudi komersial bagi warga non-Amerika Serikat.

Dalam unggahan Facebook pada April lalu, Collins menulis, "Jika Anda tidak bisa membaca rambu lalu lintas berbahasa Inggris, Anda tidak layak mengemudi. Titik."

Collins termasuk salah satu pendukung utama kebijakan pemerintahan Trump yang berencana mencabut izin mengemudi komersial bagi hampir 200.000 sopir non-warga negara, termasuk ribuan sopir truk. Kebijakan ini dijalankan meskipun pejabat pemerintahan sendiri mengakui tidak ada bukti empiris yang menunjukkan sopir asing lebih sering menyebabkan kecelakaan dibandingkan sopir warga negara AS.

Sementara itu, Collins justru menentang aturan yang menurut para ahli dapat mengurangi risiko kecelakaan serius. Aturan tersebut mewajibkan perusahaan truk, termasuk bisnis milik keluarga Collins, untuk menginvestasikan dana besar guna menerapkan teknologi keselamatan baru pada armadanya.

Catatan Kelam Bisnis Truk Collins

Selama 25 tahun terakhir, kecelakaan yang melibatkan sopir truk milik bisnis Collins telah menewaskan lima orang dan melukai lebih dari 50 orang. Salah satu korban mengalami cedera otak berat sehingga membutuhkan perawatan 24 jam. Data federal, dokumen pengadilan, pengacara korban, dan catatan polisi menunjukkan bahwa para korban kemudian menuntut ganti rugi jutaan dolar akibat biaya medis yang mereka tanggung.

Besaran ganti rugi yang dibayarkan bisnis Collins tidak diketahui karena sebagian besar penyelesaian kasus dilakukan secara rahasia, sebagaimana umum terjadi dalam kasus hukum semacam itu. Dalam satu dokumen pengadilan disebutkan bahwa kedua belah pihak menyepakati pembayaran sebesar $1 juta dari asuransi bisnis tersebut. Namun, bisnis Collins membantah tuduhan kelalaian dari sopir maupun perusahaan dalam kasus-kasus tersebut.

Analisis Data: Bisnis Collins Lebih Sering Melanggar

Analisis data motor vehicle federal selama dua tahun terakhir menunjukkan bahwa bisnis truk milik Collins memiliki tingkat pelanggaran mengemudi tidak aman dan kecepatan lebih tinggi per mil dibandingkan mayoritas perusahaan truk sejenis dengan volume perjalanan serupa. Meskipun tingkat kecelakaan bisnis Collins berada di sekitar rata-rata perusahaan sejenis, tingkat cedera akibat kecelakaan tersebut berada di peringkat teratas.

Para ahli keselamatan lalu lintas mengatakan bahwa beberapa teknologi yang ditentang oleh Collins, seperti perangkat pembatas kecepatan pada truk dan sensor pengereman otomatis untuk mencegah tabrakan, dapat secara signifikan mengurangi risiko kecelakaan serius atau kematian. Sementara itu, asosiasi perdagangan truk terbesar di AS—yang juga menjadi anggota asosiasi tempat bisnis keluarga Collins tergabung—mengakui pentingnya teknologi tersebut untuk meningkatkan keselamatan jalan raya.

Sumber: ProPublica