Perusahaan bioteknologi Capsida Biotherapeutics mengumumkan pada Selasa (16/7) bahwa investigasi mereka terhadap kematian seorang anak dalam uji coba terapi genetik pada September 2023 belum menemukan jawaban pasti.
Menurut pernyataan resmi perusahaan, tim ilmuwan mereka mengalami hambatan serius karena rumah sakit tempat penelitian berlangsung menolak memberikan sampel jaringan dari hasil otopsi.
Terapi yang dinamakan CAP-002 merupakan bagian dari gelombang baru terapi genetik yang dirancang untuk mengirimkan gen ke dalam otak. Para ilmuwan global telah mengembangkan virus yang mampu menembus sawar darah-otak, struktur pelindung organ vital manusia dari zat berbahaya di aliran darah.
Inovasi ini membuka harapan bagi pengobatan penyakit genetik langka yang mematikan serta kondisi umum seperti Alzheimer dan Parkinson. Namun, kasus kematian dalam uji coba ini menjadi pengingat akan risiko dan tantangan yang masih dihadapi dalam pengembangan terapi genetik.