WASHINGTON — Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Selasa mengumumkan upaya untuk meningkatkan efisiensi uji klinis. Langkah awal yang diambil adalah meninjau data secara real-time dari studi yang dilakukan oleh AstraZeneca dan Amgen.
Selain itu, FDA juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memberikan masukan terkait program pilot yang berpotensi melibatkan perusahaan-perusahaan yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pemantauan keamanan, pemilihan dosis obat, identifikasi sinyal keamanan, serta rekrutmen pasien dalam uji klinis.
Studi yang dilakukan AstraZeneca merupakan uji klinis Fase 2 untuk terapi kombinasi pada pasien dengan limfoma agresif. Studi ini akan dilaksanakan di Universitas Texas MD Anderson Cancer Center dan Universitas Pennsylvania. Sementara itu, Amgen tengah menjalankan uji klinis Fase 1b untuk pengobatan karsinoma paru sel kecil. Kedua studi ini akan memanfaatkan platform data real-time yang dikembangkan oleh Paradigm Health.