Intellia Therapeutics mengumumkan pada Senin (12/8) bahwa dosis tunggal terapi pengeditan gen mereka berhasil secara signifikan mengurangi serangan pembengkakan pada pasien dengan gangguan genetik langka dalam uji klinis tahap akhir (Phase 3). Temuan ini membuka jalan bagi potensi persetujuan penggunaan obat tersebut.

Terapi yang dinamakan lonvo-z ini berpotensi menjadi obat berbasis CRISPR kedua yang disetujui setelah Casgevy milik Vertex Pharmaceuticals untuk pengobatan anemia sel sabit. Intellia telah memulai proses pengajuan berkelanjutan kepada badan regulasi terkait. Jika disetujui, lonvo-z akan menjadi terapi in vivo pertama, yaitu pengeditan DNA pasien secara langsung di dalam tubuh.

Dalam studi yang melibatkan 80 pasien dengan hereditary angioedema (HAE), lonvo-z berhasil mengurangi tingkat serangan hingga 87% dibandingkan plasebo. Lebih dari 60% pasien yang menerima lonvo-z tidak mengalami serangan sama sekali selama periode pengamatan, sementara hanya 11% pasien plasebo yang mencapai kondisi serupa.

Keberhasilan ini menandai tonggak penting dalam pengembangan terapi genetik berbasis CRISPR, yang semakin menunjukkan potensinya dalam mengobati penyakit langka dengan akurasi tinggi.

Sumber: STAT News