Para ilmuwan Eropa mendesak peningkatan edukasi mengenai dampak buruk makanan ultra-olah terhadap kesehatan. Dalam pernyataan konsensus klinis yang diterbitkan di European Heart Journal pada 6 Mei, mereka menekankan bahwa makanan jenis ini berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan, terutama penyakit jantung.

Para ahli dari European Society of Cardiology’s Council for Cardiology Practice dan European Association of Preventive Cardiology menilai bahwa dokter belum cukup aktif mengingatkan masyarakat tentang bahaya makanan ultra-olah. Mereka mendorong para tenaga medis untuk lebih sering membahas konsumsi makanan tersebut dengan pasien, termasuk cara mengidentifikasi dan menguranginya.

Menurut Luigina Guasti, MD, profesor di Universitas Insubria, Italia, dan salah satu penulis pernyataan tersebut, makanan ultra-olah telah menggantikan pola makan tradisional. "Makanan ini terbuat dari bahan dan aditif industri, serta dikaitkan dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti obesitas, diabetes, dan tekanan darah tinggi," ujarnya dalam siaran pers.

Para ahli juga menyoroti bahwa banyak makanan yang dipasarkan sebagai "sehat" ternyata termasuk kategori ultra-olah. Hal ini membuat edukasi mengenai label makanan, regulasi, dan pedoman gizi yang diperbarui menjadi sangat penting.

Dampak Kesehatan dari Makanan Ultra-Processed

Makanan ultra-olah adalah makanan yang telah mengalami banyak proses industri dan mengandung bahan tambahan seperti gula, garam, serta zat yang tidak umum digunakan dalam masakan rumahan. Meskipun memberikan cita rasa dan tekstur, zat-zat tersebut juga meningkatkan risiko berbagai penyakit.

Sebuah studi pada 2023 menemukan hubungan antara konsumsi makanan ultra-olah dengan peningkatan risiko:

  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Dislipidemia

Penelitian lain pada 2025 menyebutkan bahwa makanan ultra-olah berkontribusi terhadap lebih dari 120.000 kematian preventable di Amerika Serikat setiap tahun. Selain itu, makanan ini juga dikaitkan dengan:

  • Kesehatan otot yang lebih buruk
  • Tulang yang melemah
  • Masalah kesuburan pada wanita
  • Peningkatan risiko kematian akibat kanker
  • Penurunan fungsi kognitif

Para ahli Eropa juga melaporkan bahwa orang dewasa dengan konsumsi tinggi makanan ultra-olah memiliki risiko 19% lebih tinggi terkena penyakit arteri koroner dan 13% lebih tinggi terkena fibrilasi atrium.

Saran untuk Mengurangi Konsumsi Makanan Ultra-Processed

Para ilmuwan merekomendasikan agar dokter lebih aktif memberikan edukasi kepada pasien tentang cara memilih makanan yang lebih sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membaca label makanan dengan cermat untuk mengenali bahan tambahan
  • Memilih makanan segar dan minim proses industri
  • Mengutamakan makanan yang diolah secara alami
  • Mengurangi konsumsi makanan kemasan dan siap saji

Mereka juga menekankan pentingnya pedoman gizi yang tidak hanya berfokus pada nutrisi, tetapi juga pada tingkat pengolahan makanan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya yang terkait dengan makanan ultra-olah.

Sumber: Healthline