Empat Senator AS Menuntut Jawaban dari Biro Kredit

Empat senator Amerika Serikat, termasuk Senator Elizabeth Warren, mengirim surat keras kepada tiga biro kredit terbesar di AS pada Kamis (10/10). Surat tersebut merupakan respons atas temuan investigasi ProPublica yang menunjukkan penurunan signifikan dalam perbaikan laporan kredit konsumen.

Penurunan Layanan Perbaikan Laporan Kredit

Investigasi ProPublica yang dirilis pada Maret 2025 mengungkapkan bahwa dua dari tiga biro kredit terbesar, yaitu TransUnion dan Experian, telah mengurangi secara drastis layanan perbaikan laporan kredit yang diberikan kepada konsumen. Penurunan ini terjadi seiring dengan upaya pemerintahan Trump untuk melakukan pemutusan massal di Consumer Financial Protection Bureau (CFPB) dan mengurangi pengawasan terhadap sektor keuangan.

Menurut data CFPB, tingkat perbaikan laporan kredit oleh TransUnion yang sebelumnya stabil selama beberapa tahun, turun tajam pada pertengahan 2025. Pada Oktober 2025, TransUnion hanya memberikan perbaikan kepada sekitar setengah dari jumlah sebelumnya. Sementara itu, Experian yang semula memberikan perbaikan kepada hampir 20% keluhan konsumen pada 2024, hanya memberikan perbaikan kurang dari 1% pada 2025.

Surat Menuntut Keterangan dan Praktik yang Diduga Melanggar Hukum

Surat yang ditandatangani oleh Senator Elizabeth Warren (D-Mass.), Senator Tammy Duckworth, Senator Andy Kim, dan Senator Lisa Blunt Rochester menyebut temuan tersebut sebagai "sangat mengkhawatirkan". Mereka juga mempertanyakan legalitas praktik yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut.

"Penurunan drastis dalam respons perusahaan berarti konsumen Amerika mungkin ditolak untuk mendapatkan hipotek atau perumahan hanya karena kesalahan pada laporan kredit yang gagal diperbaiki oleh perusahaan Anda," tulis para senator dalam surat tersebut.

Respons dari Biro Kredit

Dalam pernyataan resmi, TransUnion menyatakan, "Kami menghargai kesempatan untuk terlibat secara bermakna dengan para pembuat kebijakan mengenai proses yang kuat dan patuh yang diterapkan TransUnion," dan menegaskan akan menanggapi surat tersebut. Sementara itu, Experian tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Perusahaan sebelumnya mengatakan kepada ProPublica bahwa mereka menyelidiki "semua keluhan yang sah".

Equifax, biro kredit ketiga, tidak mengalami penurunan serupa dalam layanan perbaikan. Pada tahun lalu, sebelum masa jabatan Presiden Donald Trump dimulai, perusahaan ini mencapai kesepakatan dengan CFPB untuk memperbaiki kekurangan dalam proses penyelesaian sengketa konsumen. Meskipun kesepakatan tersebut tidak secara spesifik menyebutkan keluhan kepada CFPB, Equifax menyatakan akan terlibat dalam surat tersebut dan berkomitmen untuk memudahkan konsumen dalam "memperbaiki kesalahan dengan cepat".

Permintaan Data dan Informasi Lebih Lanjut

Dalam suratnya, para senator meminta data mengenai sengketa dan keluhan yang diterima oleh perusahaan, serta informasi mengenai penanganan sengketa. Mereka juga menuntut keterangan mengenai alasan di balik penurunan layanan perbaikan yang signifikan tersebut.

Investigasi ini menyoroti pentingnya peran CFPB dalam melindungi konsumen dari praktik tidak etis di industri keuangan. Penurunan layanan perbaikan laporan kredit oleh biro kredit besar ini berpotensi merugikan jutaan konsumen yang bergantung pada laporan kredit untuk akses terhadap kredit, perumahan, dan layanan keuangan lainnya.

Sumber: ProPublica