Senator AS Percaya Janji Kementerian Kehakiman atas Penghentian Investigasi

Senator Thom Tillis (Partai Republik, Carolina Utara) mengumumkan pada Minggu bahwa ia akan mendukung pencalonan Ketua Federal Reserve yang diajukan Presiden Donald Trump. Keputusan ini diambil setelah Kementerian Kehakiman memberikan jaminan bahwa investigasi pidana terhadap Ketua Federal Reserve saat ini, Jerome Powell, akan dihentikan.

"Investigasi terhadap Ketua Powell oleh Kantor Jaksa Agung merupakan ancaman serius terhadap independensi Federal Reserve," tulis Tillis dalam pernyataannya di platform X pada Minggu pagi. "Saya percaya pada janji Kementerian Kehakiman: investigasi telah ditutup."

Latar Belakang Investigasi

Investigasi ini bermula ketika Kementerian Kehakiman membuka penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell terkait biaya renovasi markas Federal Reserve di Washington, D.C. yang mencapai miliaran dolar. Namun, pada Jumat, Jeanine Pirro, Jaksa Agung Distrik Columbia, mengumumkan melalui platform X bahwa kantornya akan menghentikan investigasi tersebut. Ia juga menyatakan bahwa Inspektur Jenderal Federal Reserve akan meninjau ulang biaya proyek tersebut.

"Namun, perlu dicatat bahwa saya tidak akan ragu untuk memulai kembali investigasi pidana jika fakta yang ada mengharuskan demikian,"
tulis Pirro dalam pernyataannya.

Kontroversi dan Ketidakpastian

Meskipun Tillis menganggap pengumuman Pirro sebagai kemenangan, pertanyaan muncul: kapan sebenarnya sepenuhnya percaya pada Kementerian Kehakiman dianggap sebagai keputusan yang bijaksana?

Presiden Trump sendiri meragukan penghentian investigasi tersebut. Pada Sabtu, ia menyatakan, "Investigasi tidak dihentikan. Mereka masih menyelidiki semuanya." Trump juga mempertanyakan biaya renovasi yang mencapai $4 miliar, dengan mengatakan, "Bagaimana mungkin sebuah gedung yang bisa saya bangun dengan $25 juta malah menghabiskan $4 miliar?"

Tekanan Politik terhadap Federal Reserve

Tekanan terhadap Trump untuk meningkatkan perekonomian dan mengatasi krisis daya beli semakin meningkat. Ia berulang kali mendesak agar suku bunga diturunkan, dan calon Ketua Federal Reserve barunya, Kevin Warsh, tampaknya sejalan dengan keinginan tersebut. Namun, Powell, yang sebelumnya dinominasikan Trump pada 2017, tetap mempertahankan suku bunga stabil dan menegaskan independensi bank sentral dari pengaruh presiden.

Ketika investigasi terhadap Powell pertama kali diumumkan pada Januari lalu, banyak anggota Kongres menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya publik Trump untuk menekan Federal Reserve agar menurunkan suku bunga.

"Pemerintahan Trump secara aktif berupaya mengakhiri independensi Federal Reserve," kata Tillis. "Sekarang, justru independensi dan kredibilitas Kementerian Kehakiman yang dipertanyakan," lanjutnya. Ia juga berjanji untuk menolak konfirmasi calon Ketua Federal Reserve baru hingga masalah ini "sepenuhnya terselesaikan."

Selama sidang konfirmasi Kevin Warsh pekan lalu, Tillis tetap pada pendiriannya. Meskipun mengakui kredensial Warsh yang luar biasa, ia menyatakan tidak akan mendukung konfirmasi tersebut kecuali investigasi terhadap Powell dihentikan. Namun, kini keputusan Pirro membuat pernyataan tersebut menjadi tidak relevan.