Fitur swipe yang selama ini menjadi ciri khas aplikasi kencan Bumble akan segera dihapus. Pendiri dan CEO Bumble, Whitney Wolfe Herd, mengumumkan keputusan ini dalam wawancara di acara The Axios Show pada Rabu (11/9).

Perubahan besar ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk beralih dari sistem pencocokan tradisional menuju sistem berbasis kecerdasan buatan (AI). Tujuannya adalah menarik pengguna baru menjelang peluncuran ulang aplikasi pada tahun ini. Langkah ini diambil menyusul penurunan kinerja bisnis Bumble, kelelahan pengguna Gen Z terhadap aplikasi kencan, serta persaingan ketat dari aplikasi sejenis seperti Tinder dan Hinge.

Perubahan yang Akan Dilakukan

Dalam wawancara tersebut, Wolfe Herd menyatakan,

"Kami akan mengucapkan selamat tinggal pada fitur swipe dan menyambut sesuatu yang menurut saya akan menjadi revolusioner bagi kategori ini."

Perubahan akan dimulai secara bertahap di pasar tertentu mulai kuartal keempat tahun ini. Namun, ia belum memberikan detail spesifik mengenai sistem pengganti yang akan digunakan.

Selain menghapus fitur swipe, Bumble juga akan mengubah aturan unggulan mereka, yaitu "wanita yang memulai percakapan terlebih dahulu". Wolfe Herd menjelaskan,

"Kami tidak akan memaksa satu gender untuk melakukan sesuatu terlebih dahulu. Namun, kami tetap mempertahankan esensi di mana wanita yang seharusnya memulai percakapan."

Latar Belakang dan Dampak

The Axios Show merupakan seri wawancara eksklusif yang menampilkan tokoh-tokoh penting dalam bidang politik, bisnis, teknologi, dan budaya. Keputusan Bumble untuk meninggalkan fitur swipe ini menandai perubahan signifikan dalam industri aplikasi kencan.

Saat ini, Tinder sebagai aplikasi kencan terbesar di dunia masih menggunakan sistem swipe. Sementara itu, Hinge yang menjadi pesaing terbesar kedua tidak pernah menerapkan fitur tersebut. Sebagai gantinya, pengguna Hinge harus berinteraksi dengan profil orang lain, seperti menyukai foto atau menanggapi pertanyaan, sebelum dapat melakukan pencocokan.

Beberapa aplikasi lain bahkan mulai bereksperimen dengan sistem anti-swipe karena pengguna semakin lelah dengan sistem scroll tanpa akhir.

Tantangan yang Dihadapi Bumble

Dunia aplikasi kencan tengah menghadapi krisis eksistensial di mata para investor. Sejak melakukan penawaran umum perdana (IPO) pada tahun 2021, saham Bumble telah anjlok lebih dari 90%. Pertumbuhan pengguna yang membayar juga terhenti. Wolfe Herd mengungkapkan,

"Pengguna merasa kelelahan. Mereka merasa fitur swipe telah merusak kehidupan cinta mereka."

Sebelumnya, Bumble sempat memberikan teaser mengenai perubahan ini melalui unggahan singkat di media sosial tanpa memberikan detail lebih lanjut.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berlangganan Axios di YouTube untuk menonton episode lengkap wawancara dengan Whitney Wolfe Herd yang akan tayang minggu depan.

Sumber: Axios