Pasar properti Amerika Serikat tengah mengalami perubahan signifikan setelah ledakan permintaan selama pandemi. Data terbaru dari D.R. Horton, pembangun rumah terbesar di AS, mengungkapkan tren penting yang memengaruhi industri konstruksi dan permintaan hunian.

D.R. Horton Kurangi Stok Rumah Jadi yang Belum Terjual

Selama puncak pandemi pada tahun 2020, D.R. Horton hanya memiliki 600 unit rumah jadi yang belum terjual pada kuartal kedua fiskalnya. Angka ini melonjak drastis menjadi 8.400 unit pada kuartal kedua fiskal 2025, mencerminkan penurunan permintaan dan penumpukan stok. Namun, perusahaan berhasil menurunkan kembali stok menjadi 5.500 unit pada kuartal kedua fiskal 2026.

Paul Romanowski, CEO D.R. Horton, menjelaskan dalam panggilan pendapatan pada 21 April lalu, "Stok rumah yang belum terjual turun 25% sejak Desember dan 35% dibandingkan tahun lalu. Persentase stok terhadap total inventaris dan rumah jadi yang belum terjual berada pada level terendah sejak fiskal 2023."

Romanowski juga menambahkan, "Kami memperkirakan permulaan proyek di kuartal ketiga akan lebih rendah dibanding kuartal kedua. Kami terus mengelola tingkat inventaris dan ruang permulaan sesuai dengan kondisi pasar."

Strategi untuk Mengurangi Stok dan Meningkatkan Penjualan

Untuk menekan stok, D.R. Horton menerapkan beberapa strategi utama. Pertama, perusahaan mengurangi permulaan spekulatif di pasar inti seperti Florida dan Texas, yang mengalami penurunan permintaan pada tahun lalu. Langkah ini membantu mengurangi jumlah rumah jadi yang belum terjual.

Kedua, D.R. Horton meningkatkan insentif penjualan, termasuk pengurangan suku bunga hipotek, untuk menarik pembeli. Insentif ini mencapai sekitar 10% dari pendapatan perusahaan, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berkisar antara 4% hingga 6% pada periode seimbang antara pasokan dan permintaan.

Romanowski menyatakan, "Insentif penjualan kami meningkat selama kuartal kedua, dan kami memperkirakan insentif akan tetap tinggi hingga akhir tahun."

Jessica Hansen, eksekutif D.R. Horton, menambahkan, "Kami memperkirakan margin kotor penjualan rumah akan mencapai 19,7% atau sedikit lebih tinggi pada kuartal ketiga, berkat penghematan biaya konstruksi pada rumah yang terjual."

Strategi ini terbukti efektif. D.R. Horton mencatat peningkatan pesanan rumah baru sebanyak 11% secara tahunan.

Tantangan dan Prospek Pasar Properti

Meskipun beberapa pasar utama masih mengalami penurunan, D.R. Horton mencatat bahwa laju penurunan tersebut mulai melambat. Hal ini memberikan harapan bagi industri properti untuk kembali stabil.

Namun, tantangan tetap ada. Biaya konstruksi yang tinggi dan suku bunga hipotek yang masih relatif tinggi menjadi hambatan bagi banyak calon pembeli. Insentif yang diberikan oleh D.R. Horton menjadi salah satu cara untuk mengatasi hambatan tersebut dan menjaga momentum penjualan.

Dengan strategi yang tepat, D.R. Horton berhasil mengurangi stok rumah jadi yang belum terjual sambil tetap mendorong pertumbuhan penjualan. Langkah ini menjadi indikator penting bagi pasar properti AS dalam menghadapi dinamika ekonomi saat ini.