Robotaksi Waymo, layanan taksi otonom milik Alphabet, kerap dipuji karena kenyamanan dan efisiensinya. Namun, pengalaman buruk dialami oleh Di Jin, seorang pengguna di California, yang kehilangan bagasinya setelah naik robotaksi menuju bandara.
Pada akhir April 2024, Jin memesan perjalanan dari Sunnyvale ke Bandara Mineta San Jose menggunakan salah satu robotaksi Waymo. Mobil otonom Jaguar I-Pace yang digunakan berjalan lancar tanpa hambatan. Namun, saat tiba di bandara dan mencoba membuka bagasi, tombol pembukaan bagasi tidak berfungsi. Mobil pun melanjutkan perjalanan ke depot tanpa menyadari barang bawaan Jin masih di dalamnya.
Jin segera menghubungi layanan pelanggan Waymo. Ia diberitahu bahwa mobil tidak dapat dihentikan dan sudah menuju depot di San Francisco. Akibatnya, ia terpaksa menaiki pesawat tanpa membawa barang bawaannya.
Belakangan, Waymo menginformasikan bahwa bagasinya telah diambil dari depot. Namun, perusahaan menolak menanggung biaya pengiriman ulang ke lokasi Jin. Sebagai gantinya, Waymo hanya menawarkan dua layanan gratis untuk mengambil bagasi tersebut secara pribadi.
Menurut NBC, Jin merasa keberatan karena harus menghabiskan waktu dua jam hanya untuk mengambil barangnya. Akhirnya, setelah mendapat sorotan publik, Waymo memutuskan untuk membayar biaya pengiriman bagasi Jin.
Waymo menjelaskan bahwa pengguna dapat membuka bagasi dengan menekan tombol fisik di bagian luar mobil atau melalui aplikasi. Sayangnya, tombol tersebut tidak berfungsi bagi Jin, dan tidak ada sopir manusia yang dapat membantu. Insiden ini menunjukkan bahwa meski teknologi otonom terus berkembang, layanan taksi konvensional masih memiliki keunggulan dalam situasi tak terduga.