Seorang pemimpin serikat penyewa dan penghuni apartemen Sunset Ridge di New Haven, Connecticut, Tawana Galberth, mengungkapkan bahwa frekuensi penarikan mobil meningkat dalam beberapa bulan terakhir sejak terbentuknya serikat penyewa. Para penghuni menuding praktik ini semakin meresahkan warga berpenghasilan rendah yang kesulitan membayar biaya pengambilan mobil.

Pada tahun lalu, legislatif Connecticut merevisi undang-undang derek untuk memberikan perlindungan lebih kepada warga yang tidak mampu membayar biaya pengambilan mobil. Sebelumnya, banyak mobil warga yang disita dan bahkan dijual karena melanggar aturan parkir yang ditetapkan pemilik apartemen. UU baru yang mulai berlaku pada Oktober lalu mewajibkan perusahaan derek untuk memberikan pemberitahuan sebelum menarik mobil akibat pelanggaran ringan, seperti tidak memasang stiker parkir atau parkir di tempat yang salah. Perusahaan juga harus menyediakan layanan pengambilan mobil di luar jam kerja, menerima pembayaran dengan kartu kredit, serta memberikan uang kembalian jika pembayaran dilakukan secara tunai.

Namun, kenyataannya tak semudah itu. Elias Natal, penghuni Sunset Ridge Apartments, menemukan mobil Buick miliknya hilang saat pulang kerja pada Desember lalu. Perusahaan derek, Lombard Motors, menarik mobilnya dengan alasan tidak memiliki stiker parkir, padahal Natal memiliki bukti foto yang menunjukkan stiker tersebut terpasang di kaca depan sesuai instruksi manajemen apartemen.

Ketika Natal dan pasangannya, Jasmin Flores, mencoba mengambil mobil, Lombard Motors sudah tutup. Tidak ada petugas yang bisa memberikan kunci mobil, sehingga mereka dikenakan biaya penyimpanan tambahan. Meski mobil hanya disimpan dalam jarak beberapa blok, biaya yang harus dibayar mencapai hampir Rp7,5 juta (sekitar $500). Perusahaan menuntut pembayaran tunai, dan setelah berdebat, mereka akhirnya mendapatkan sebagian uang kembalian.

“Setelah meminta begitu banyak uang, mereka tidak mau mengembalikan uang kembalian kecil kami. Sungguh tidak manusiawi,” ujar Natal.

Investigasi selama satu setengah tahun oleh Connecticut Mirror dan ProPublica mengungkap praktik derek di Connecticut yang merugikan warga berpenghasilan rendah. Laporan tersebut mendorong lahirnya UU baru, namun kenyataannya, banyak perusahaan derek yang masih mengabaikannya. UU mensyaratkan penarikan mobil hanya boleh dilakukan atas keluhan spesifik, namun para penghuni mengaku perusahaan derek masih aktif memantau kompleks apartemen berpenghasilan rendah dan menarik mobil karena pelanggaran sepele.

Sumber: ProPublica