Mengundurkan Diri Setelah Kritik dari Berbagai Pihak
Lori Chavez-DeRemer, Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Donald Trump, resmi mengundurkan diri pada Senin (14/10/2024). Keputusan ini menyusul sejumlah kontroversi dan kegagalan dalam menjalankan tugasnya, termasuk dukungan yang lemah terhadap hak-hak buruh.
Latar Belakang dan Dukungan Awal
Chavez-DeRemer diangkat sebagai Menteri Tenaga Kerja pada awal masa jabatan kedua Trump, setelah sebelumnya mendapatkan dukungan dari Presiden Serikat Pekerja Internasional Teamsters, Sean O’Brien. O’Brien bahkan mendapatkan panggung utama di Konvensi Nasional Partai Republik pada Agustus 2024.
Namun, dukungan awal terhadap Chavez-DeRemer tidak berlangsung lama. Beberapa pihak, termasuk Presiden AFL-CIO Liz Shuler, mencatat bahwa Chavez-DeRemer pernah menjadi salah satu dari tiga anggota DPR dari Partai Republik yang mendukung Undang-Undang PRO (Protecting the Right to Organize), yang bertujuan memperluas hak-hak buruh swasta.
Kinerja yang Disorot Negatif
Meskipun memiliki catatan dukungan terhadap undang-undang buruh di masa lalu, Chavez-DeRemer gagal mempertahankan komitmennya. Saat menghadiri sidang konfirmasi, ia menghindari pertanyaan mengenai dukungan terhadap Undang-Undang PRO dengan menyebutnya "tidak sempurna" dan menolak bagian penting yang akan membatalkan hukum right-to-work di tingkat negara bagian.
Ia juga enggan menjawab pertanyaan tentang kenaikan upah minimum dari $7,25 per jam, mengikuti sikap Trump yang tidak tegas mengenai isu tersebut. Bahkan, di bawah pemerintahannya, jumlah tindakan penegakan hukum terhadap pelanggaran upah dan jam kerja menurun drastis, dari rata-rata 21.000 kasus di bawah pemerintahan Biden menjadi hanya 17.000 kasus.
Reaksi dari Berbagai Pihak
Kinerja Chavez-DeRemer menuai kritik dari berbagai kalangan. Senator Tommy Tuberville, anggota Partai Republik dari Alabama, bahkan menyebutnya sebagai "pro-union" pada awal masa jabatannya. Namun, Tuberville kemudian memilih untuk tetap mendukung pengangkatannya.
Di sisi lain, para pengusaha dan legislator konservatif Republik menentang keras pengangkatannya. "Dia salah satu dari mereka," kata Tuberville kepada Politico. "Dia pro-serikat pekerja."
Masa Depan Tenaga Kerja di AS
Pengunduran diri Chavez-DeRemer menambah daftar panjang pejabat pemerintahan Trump yang mundur karena dianggap korup atau tidak kompeten. Sebelumnya, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dan Jaksa Agung Pam Bondi juga telah mengundurkan diri.
Kondisi ini mencerminkan ketidakstabilan pemerintahan Trump, terutama dalam hal kebijakan ketenagakerjaan yang semakin tidak populer di kalangan buruh dan aktivis hak asasi manusia.