Hakim Jeannette Vargas dari Pengadilan Distrik Selatan New York (S.D.N.Y.) memutuskan untuk membatalkan sebagian gugatan dalam kasus Goldstein v. CUNY pada 9 Januari 2026. Gugatan tersebut diajukan oleh Avraham Goldstein, seorang profesor asal Israel yang bekerja di Borough of Manhattan Community College, CUNY.

Goldstein menuding dirinya mengalami diskriminasi dan pembalasan setelah mengeluhkan program kampus berjudul "Palestinian Solidarity Series". Ia mengajukan tuntutan berdasarkan Undang-Undang Hak Sipil Tahun 1964 (Title VII), serta hukum negara bagian dan kota New York terkait diskriminasi berdasarkan agama dan asal negara.

Dalam putusannya, hakim memutuskan untuk membatalkan Paragraf 34 hingga 46 dari gugatan yang diajukan Goldstein. Paragraf-paragraf tersebut memuat klaim sejarah panjang mengenai asal-usul negara Israel, mulai dari zaman kuno hingga masa kini.

Menurut hakim, materi sejarah yang dimasukkan dalam gugatan tidak memiliki hubungan dengan inti tuntutan utama, yaitu dugaan diskriminasi dan pembalasan yang dialami Goldstein. Hakim menyatakan bahwa:

"Materi yang 'tidak relevan' adalah yang tidak memiliki hubungan esensial atau penting dengan tuntutan gugatan. Materi 'tidak layak' terdiri dari pernyataan yang tidak berkaitan dengan, atau tidak diperlukan untuk menyelesaikan, isu-isu yang disengketakan."

Putusan ini didasarkan pada Aturan 12(f) Federal Rules of Civil Procedure, yang memungkinkan pengadilan untuk menghapus materi yang berlebihan, tidak material, tidak layak, atau menyinggung. Untuk memenangkan permohonan pembatalan, penggugat harus menunjukkan bahwa:

  • Tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut;
  • Klaim tersebut tidak berkaitan dengan isu-isu yang disengketakan; dan
  • Membiarkan klaim tersebut akan merugikan pihak tergugat.

Hakim Vargas menegaskan bahwa memaksa pihak tergugat untuk menanggapi klaim sejarah yang terjadi ribuan tahun lalu, seperti peristiwa pada tahun 136 Masehi, tidak memiliki manfaat dalam kasus ini. Selain itu, beberapa klaim sejarah yang dimasukkan dianggap kontroversial dan berpotensi merugikan pihak tergugat jika harus dijawab.

Putusan ini menegaskan bahwa pengadilan hanya akan mempertimbangkan materi yang relevan dengan inti tuntutan, bukan klaim sejarah yang tidak memiliki kaitan langsung dengan kasus diskriminasi yang diajukan.

Sumber: Reason